Indonesian Chinese (Simplified) English

Pengenalan Tibetan Buddhism

Wajrayana atau kadang ditulis Vajrayana, adalah suatu ajaran Buddha yang di Indonesia lebih sering dikenal dengan nama Tantra atau Tantrayana. Namun banyak juga istilah lain yang digunakan, seperti misalnya: mantrayana, ajaran mantra rahasia, ajaran Buddha eksoterik. Wajrayana adalah merupakan ajaran yang berkembang dari ajaran Buddha Mahayana, dan berbeda dalam hal praktek, bukan dalam hal fil...

Pengenalan Tentang Palyul

Apa itu palyul? Palyul adalah salah satu 6 Biara Induk ari Sekolah Nyingma atau Tradisi Terjemahan Awal dari Buddhisme Tibet. Biara ini didirikan pada tahun 1665 di Provinsi Kham, Tibet Timur (sekarang Baiyu, Sichuan, China) oleh Kunzang Sherab, Pemegang Tahta Pertama Palyul. His Holiness Karma Kuchen Rinpoche (kiri), Pemegang Tahta ke-12 adalah Pemimpin Silsilah Palyul saat ini. Sebagaimana ya...

Web Admin

Web Admin

Khenpo Khentse Norbu Rinpoche adalah Kepala Biara dari Biara Namdroling yang merupakan cabang dari Biara Palyul, salah satu biara terbesar dari 6 biara utama dari tradisi Nyingma di Tibet. Beliau dilahirkan pada tahun 1967. Dari usia yang sangat muda Beliau mempelajari dasar-dasar Buddhisme Tibet. Beliau menjadi biarawan pada usia 16 dengan mengambil ikrar dasar agama Buddha. Setelah berhasil menyelesaikan studi dasar seluruh Buddhisme Tibet seperti ritual nyanyian dan melakukan praktik ritual selama 4 tahun,  Beliau mendaftar di Ngagyur Nyingma Institute, Mysore, India Selatan, perguruan tinggi yang bergengsi pada Biara Namdroling di tahun 1988.
Beliau secara ekstensif belajar selama 9 tahun  dan berhasil memperlajari tata bahasa, sejarah dan puisi Tibet sebagai dasar studi, filsafat Buddhis tertinggi seperti Pramana (Logika Buddhis), Madhyamaka (Jalan Tengah), Abhi-dharma (Metafisika Buddhis), Prajnaparamita (Kesempurnaan dalam Kebijaksanaan), Vinaya (Disiplin Monastik) bagian dalam dan luar Tantra, sehingga mencakup seluruh ajaran Sutra dan Tantra filsafat Buddhis. Beliau menerima banyak ajaran, pemberdayaan (empowerment), transmisi lisan, instruksi rahasia dari Silsilah Sakyapa seperti ajaran Path and Fruition melalui Ngawang Khentse Thupten Nyingpo, Sakya Dagthri Rinpoche dan sebagainya. Beliau juga telah menerima ajaran-ajaran utama dari Buddhisme Tibet oleh Guru Besar yang tak terhitung jumlahnya dari Tibet, ajaran-ajaran rahasia dan petunjuk dari tradisi Nyingma oleh Khyentse Rinpoche, Khenchen Jigmay Phunstok Rinpoche, Nyoshul Khen Rinpoche, Khenchen Pema Sherab Rinpoche, Khenchen Wangchuk Sonam Rinpoche, dan sebagainya. Dan yang paling utama, Beliau cukup beruntung untuk menerima seluruh Empowerment Tertinggi dan Rahasia, ajaran, transmisi lisan dan instruksi dari Ajaran Dzogchen dari HE Domang Yangthang Rinppoche, H.H Taklung Tsetrul Rinpoche dan H.H Penor Rinpoche. Dengan demikian, pengetahuan Beliau tentang Filosofi Buddhis dan praktek moralitas selalu dipuji dan dihargai oleh Guru-Guru dari Biara Namdroling maupun di luar biara. Beliau menyelesaikan studi Buddhis yang lebih tinggi pada tahun 1996 dengan memperoleh nilai yang lebih tinggi di semua ujian akademis yang diadakan dalam kurun waktu 9 tahun di Ngagyur Nyingma Institute. Beliau dianugerahi gelar oleh Institute sebagai berikut:

  1. Thadrel Mrawai Wangchug (Pembabar Agung Jalan Tengah) setara dengan Higher Secondary pada tahun 1992 setelah menyelesaikan tahun ke-4.
  2. Pharchen Rabjam (Master Kesempurnaan) setara dengan Bachelor of Arts (BA) pada tahun 1995 setelah menyelesaikan tahun ke-6.
  3. Legshed Zothchang (Pemegang Perbendaharaan dari Ajaran Esoterik) setara dengan Master of Arts (MA) pada tahun 1997 setelah menyelesaikan tahun ke-9.
  4. Dogyud Tenpai Nangjed Chenpo (Eludicator ajaran Sutra dan Tantra)  setara dengan Doctor of Philosophy  (PhD) pada tahun 2003.

Berikut ini adalah posisi dan tanggung jawab yang telah Beliau ambil untuk melayani dalam biara:

  1. Guru Muda Pramana, Madhyamika, dan Abhi-dharma selama 3 tahun mulai dari tahun 1994 ketika Beliau masih mahasiswa.
  2. Sekretaris, Pengawas Pemerikasaan dan Bendahara Ngagyur Nyingma Institute selama 2 tahun.
  3. Presiden Ngagyur Nyingma Institute selama 2 tahun dari tahun 2007-2008.

Berikut ini adalah tanggung jawab yang telah Beliau ambil sebagai Guru di luar biara:

  1. Guru di Biara Gangten, Bhutan ketika Beliau masih sebagai seorang mahasiswa tahun ke-5 pada tahun 1993 dimana Beliau mengajarkan Madhyamika dan Pramana.
  2. Dosen Madhyamika dan Pramana di Biara Palyul, Tibet selama 1 tahun pada tahun 1997 di bawah arahan H.H Penor Rinpoche.
  3. Dosen Madhyamika dan Pramana di Shedrupling Tsogyal Nunnery selama 4 tahun.
  4. Dosen Madhyamika, Pramana dan Anuttarayoga Tantra di Biara Shechen, Nepal di bawah arahan H.H Penor Rinpoche.
  5. Dosen Khusus Anuttarayoga Tantra di Ngagyur Nyingma Institute untuk siswa senior selama 3 tahun.

Selain itu, Beliau secara luas telah memberikan ajaran Ngondro (Praktik Pendahuluan) dan Dzogchen (Kesempurnaan Agung) pada orang awam dalam berbagai kesempatan sehingga bermanfaat bagi banyak siswa yang tertarik dengan agama Buddha.  Singkatnya, mulai dari 1993 hingga 2008 untuk jangka waktu 16 tahun Beliau telah memberikan ajaran Filsafat Buddha baik Sutra maupun Tantra secara luas di Biara Namdroling dan biara lainnya di Nepal, Bhutan dan Tibet. Selama bertahun-tahun Beliau telah memperoleh banyak pengalaman dan kecakapan dalam pembabaran ajaran Buddhis tidak hanya secara umum tetapi juga filosofi yang berbeda, praktik serta intisari instruksi dari Sekolah Nyingma Buddhisme Tibet.

Saat ini, Beliau tinggal di Vihara Palyul Nyingma Indonesia, Jakarta, Indonesia mengemban tanggung jawab sebagai Seorang Pembimbing dan Guru Spritual dalam membabarkan dan menyebarkan ajaran Buddha Dharma secara umum dan Tantrayana secara khusus.

Englisg Version

Khenpo Khentse Norbu Rinpoche is the abbot of Namdroling Monastery, which is the branch of Palyul Monastery, the one of the  biggest  monastery  among  six  major  monasteries  of Nyingma Tradition in Tibet. He was born in 1967.  From the very young age he was engaged into the basic Tibetan studies. He became monk at the age of sixteen by taking the basic  vows  of  Buddhism.  After  successfully  completing  the entire  basic  studies  of  Tibetan  Buddhism  such  as  ritual chanting, mode of performing ritual and ritual instrument for four  years,  he  enrolled  into  Ngagyur  Nyingma  Institute, Mysore, South India in 1988. Where he extensively studied for nine years on Tibetan grammar, history, poetry as basic studies, along with the highest courses of Buddhist philosophy such as Madhayamika  (Middle  Way),  Abhidharma  (Buddhist Metaphysics),  Prajnaparamita  (Transcendental  Wisdom), Vinaya (Monastic Discipline) and the inner and outer teachings of  Tantrayana,  covering  both  sutra  and  tantra  teachings  of Buddhist  philosophy.  Moreover,  he  received  the  entire teachings,  empowerments,  oral  transmissions  and  secret instructions of Sakyapa Lineage such as the teaching of Path and Fruition through Lama Nawang Khentse Thupten Nyingpo, Sakya Dagthri Rinpoche and so forth. He has also received the major  teachings  of  Tibetan  Buddhism  by  countless  great masters of Tibet such as,  the  secret  teachings  and  instructions  of  Nyingma tradition by Khentse Rinpoche, Jadral Rinpoche, H.H Taklung Tsetrul  Rinpoche,  Yangthang  Rinpoche,  Khenchen  Jigmay Phunstok Rinpoche, Nyoshul Khen Rinpoche, Khenchen Pema Sherab Rinpoche, Khenchen Wangchuk Sonam Rinpoche and so on. And particularly, he was fortunate enough to receive the entire  highest  and  secret  empowerments,  teachings,  oral transmissions and instructions of Dzogchen teaching by H.H. Penor Rinpoche. Thus, his knowledge of Buddhist philosophy and  practice  as  well  as  morality  has  been  exceptional  and praiseworthy. He completed higher Buddhist studies in 1996 with first division marks in all the academic examinations held within nine years course of Ngagyur Nyingma Institute. He was bestowed upon the following prestigious degrees by Ngagyur Nyingma Institute:

       1. Thadral Mrawai Wangchuk (Great Expounder of the Middle Way) equivalent to Higher Secondary in the year 1992 upon completing the fourth year,

  1. Pharchen Rabjam (Master of Perfection) equivalent to Bachelor  of  Arts  (B  .A.)  in  the  year  1995  upon completing the sixth year,
  1. Ngesang Legshed Zothchang (Holder of the Treasury of Esoteric Doctrine) equivalent to Master of Arts (M.A.) in the year 1997 upon completing the ninth year,
  1. Dogyud Tenpai Nangjed Chenpo (Elucidator of Sutra and  Tantra  Teachings)  equivalent  to  Doctor  of Philosophy (PhD) in the year 2003.

And the following are the post or responsibilities he has taken to serve within Namdroling Monastery.

  1. Junior Teacher  of  Pramana,  Madhyamika  and Abhidharma for three years beginning from 1994 when he was still a student.
  1. Secretary, Examination  Controller  and  Treasurer  of Ngagyur Nyingma Institute (NNI) for two years.
  1. President of  NNI  for  two  years  from  2007  through 2008

The following are the responsibilities he has taken as a teacher in abroad.

  1. Teacher at Gangteng Monastery, Bhutan, when he was still a student of the fifth year in 1993, where he taught Madhyamika and Pramana.
  1. Lecturer on  Madhyamika  and  Pramana  at  Palyul Monastery, Tibet for a year in 1997 under the direction of H.H. Penor Rinpoche.
  1. Lecturer on  Madhyamika  and  Pramana  at  Tsogyal Shedrupling Nunnery for four years.
  1. Lecturer on Madhyamika, Pramana, and Anuttarayoga Tantra  at  Shechen  Monastery,  Nepal,  under  the direction of H.H. Penor Rinpoche.
  1. Lecturer especially upon Anuttarayoga Tantra at NNI to the senior students for three years.

In  addition,  he  has  extensively  given  teaching  of  Ngondro (Preliminary Practice) and Dzogchen (Great Perfection) to both ordained and laypersons on many occasions, thus benefiting many  students  who  are  interested  in  Buddhism.  In  short, beginning  from  1993  through  2008,  for  a  period  of  sixteen years, he sincerely gave Buddhist teachings covering both sutra as well as tantra and lectured upon Tibetan grammar and poetry in  Namdroling  Monastery  and  other  monasteries  in  Nepal, Bhutan, India and Tibet. Thus, he has endowed with lots of experience  and  proficiency  in  expounding  not  only  General Buddhist teaching but also the distinct philosophy and practice as well as the pith instructions of the Nyingma school of Tibet Buddhism.

At this moment He stayed in Vihara Palyul Nyingma Indonesia, Jakarta, Indonesia as Resident Khenpo asppointed by HH Karma Kuchen Rinpoche, The Twelfth Throne Holder pf Palyul Lineage to take a responsibility as A Teacher and  Spritual Master in order to develop Buddhism Teachings in Indonesia. 

Palyul Nyingma Buddhism Indonesia Vihara Padmasambhava Medan mengadakan Puja menyambut Tahun Baru Imlek atau Losar dengan mengundang Khenpo Khentse Norbu Rinpoche untuk memimpin Puja Gya Nag Kag Dhog (12 Shio), Mahakala dan 21 Dzambala dengan rangkain acara sebagai berikut:

Sabtu, 14 Maret 2015
Pukul 10:00 - 12:00     Dharma Teaching
Pukul 12:00 - 14:00     Makan Siang
Pukul 14:30 - 17:00     Puja Mahakala

Minggu, 15 Maret 2015
Pukul 10:00 - 12:00     Puja Gya Nag Kag Dhog (12 Shio)
Pukul 12:00 - 14:00     Makan Siang
Pukul 14:30 - 17:00     Puja 21 Dzambala (Nam Cho)

Tempat:
Alok Vegetarian Restaurant
Muara Karang Blok H1 Selatan No. 76 Jakarta Utara

Senin, 22 December 2014 12:48

Empowerment of 5 Yidams

Guru Padmasambhava, Avalokitesvara, Vajrapani, Hayagriva Dan Garuda Merah

Empowerment dari 5 Yidam ini diberikan oleh Khenpo Khentse Norbu Rinpoche dengan rangkain acara sebagai berikut:

Sabtu, 13 Desember 2014
Pukul 14:00 - 17:00 Inisiasi Guru Padmasambhava dan Avalokitesvara

Minggu, 14 Desember 2014
Pukul 14:00 - 17:00 Inisiasi Vajrapani, Hayagriva dan Garuda Merah

Tempat: Alok Vegetarian Restaurant
Muara Karang Blok H1 Selatan No. 76 Jakarta Utara

Kamis, 27 November 2014 12:40

Nyungne Retreat 2014 at Medan

PALYUL NYINGMA BUDDHISM VIHARA PADMASAMBHAVA MEDAN
MENGADAKAN
NYUNGNE RETREAT 2014 @ MEDAN

Registrasi dan Partisipasi:

  • Biaya pendaftaran: Rp. 500.000,- per peserta.
  • Pendaftaran ditutup tangal 5 November 2014
  • Tanggal retreat: 27-30 November 2014
  • Tempat retreat: Vihara Dharma Shanti - Brastagi - Sumatra Utara

Untuk informasi dari pendaftaran harap hubungi:

  1. Jakarta: Ismanto 0818111141, Jiwo 089692179920, Sugianto 0818732158, Juneta 0811655863.
  2. Medan: Herman Wongso 061-76215552, Herman Tanady 061-77778918, Wendy 06177788555, Evi 061-76722882

Nyungne adalah praktek yang paling efektif untuk memurnikan karma buruk akibat kesalahan kita sendiri. Praktek ini diungkapkan oleh Gelongma Phalmo, Puteri Seorang Raja dan ketika terserang penyakit kusta, Beliau mendapat mimpi dari Raja Indrabodhi agar melakukan Latihan Avalokitesvara. Dia melakukan praktek ini selama 12 tahun  dan menjadi seorang Mahasiddha. Retret meliputi praktek pemurian yang powerful seperti puasa dalam  waktu tertentu, namaskara dan hening atau tidak berbicara.

Retreat Pemurnian Nyungne ini melaksanakan delapan sila (atthasila)  selama beberapa hari. Pahala kebajikan mengikuti praktek Nyungne ini adalah tak terhingga. Pahala mengikuti 1(satu) kali Nyungne sama dengan pahala melafalkan 100 juta kali mantra Om Mani Padme Hum. Pahala mensponsori seseorang mengikuti Nyungne akan sama seperti mengikuti Nyungne tersebut.

KHENPO KHENTSE NORBU RINPOCHE: Retret Master

Khenpo Khentse Norbu Rinpoche adalah  Khenpo Senior di Palyul Monastery di Namdroling. Beliau pernah menjabat sebagai President Ngagyur Nyingma Institute, Perguruan Tinggi Nyingma yang bergengsi dan terbesar.
Beliau banyak menerima ajaran, inisiasi, transmisi lisan, dan instruksi rahasia dari beberapa Guru Besar Nyingma seperti Khenchen Jigmay Phunstok Rinpoche, Khenchen Pema Sherab Rinpoche, Khenchen Wangchuk Sonam Rinpoche, Nyoshul Khen Rinpoche dan yang paling utama Beliau menerima seluruh Empowernment Tertinggi dan Rahasia, ajaran, transmisi lisan dan instruksi rahasia ajaran Dzogchen dari Yangthang Rinpoche, His Holiness Taklung Tsetrul Rinpoche dan His Holiness Penor Rinpoche.
Khenpo Khentse Norbu Rinpoche telah 23 tahun memberikan ajaran Ngondro (Praktek Pendahuluan) dan Dzogchen (Kesempurnaan Agung) serta memberikan berbagai ajaran baik Sutra maupun Tantra secara luas di biara Namdroling, Nepal dan Bhutan


*JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN YANG BERHARGA INI*












Sabtu, 05 July 2014 12:37

Puja Rigzin Duepa di Jakarta

Oleh: KHENPO KHNETSE NORBU RINPOCHE

Rigzin Duepa adalah aspek dalam dari Guru Padmasambhava yang merupakan perwujudan dari semua Buddha. Pada tanggal 10 setiap bulan Tibetan, semua Biara Nyingma akan melakukan Puja Rigzin Duepa yang mana merupakan hari Guru Padmasambhava. Puja ini terdapat Tsog Offering yang berarti persembahan untuk menambah keberuntungan. Bagi umat yang berpartisipasi dalam mempersembahkan makan untuk Tsog Offering  adalah berkah yang luar biasa yang mana bisa menambah keberuntungan.

Sabtu, 05 Juli 2014
Pukul 09:30 - 12:00 Dharma Talk: Mengenal Lebih Dekat Guru Padmasambhava

Mnggu, 06 Juli 2014
Pukul 09:30 - 12:00 Puja Rigzin Duepa dan Blessing Tsa Tsa HH Penor Rinpoche

Tempat:
ALOK Vegetarian Restaurant
Muara Karang Blok H1 Selatan No. 76 Jakarta Utara

Oleh: KHENPO KHENTSE NORBU RINPOCHE

Puja 12 Shio adalah Puja yang dilakukan setiap awal tahun untuk menyelaraskan Shio yang Chiong pada pergantian tahun menurut tahun Imlek atau Tibetan. Dengan adanya puja tersebut diharapkan dapat menghilangkan halangan atau gangguan (chiong) bagi orang yang memiliki Shio yang Chiong pada tahun tersebut.

Mahakala adalah Pelindung Dharma atau Dharma Protector atau Dharmapala. Mahakala Utama aliran Nyingnapa adalah Ekajati, Damchen Dorje Lekpa dan Rahula. Puja Mahakala adalah puja bagi pelndung dharma untuk menghilangkan halangan luar, dalam dan rahasia. Halangan luar berupa sakit tubuh badan. Halangan dalam berupa duka pikiran sedangkan halangan rahasia berupa karma buruk akibat 5 jenis kemorosotan. Dengan Puja Mahakala diharapkan dapat membantu menghilangan semua halangan atau gangguan yang menyebabkan penderitaan.

Sang Puja, juga disebut Puja Asap. Ritual ini termasuk melafalkan doa dan pembuatan asap persembahan yang besar dengan membakar makanan (sereal, kacang, biscuit, permen, nasi, gula), minuman (anggur, jus, susu), potongan kain warna-warni, bunga dan dupa.

Pada Puja Asap ini, asap atau intisarinya dipersembahkan kepada 4 kelompok makhluk: Buddha, Bodhisattva, dan semua makhluk suci lainnya; para pelindung dharma; semua makhluk hidup; naga atau roh yang mungkin memiliki hutang karma dengan kita. Untuk dua kelompok pertama, asap diberikan sebagai persembahan sementara untuk dua kelompok lainnya, asap diberikan sebagai sedekah

Dikatakan bahwa makhluk hidup menerima persembahan itu dengan cara menghirupnya. Makhluk yang berada di neraka panas akan merasa sejuk dan tenang. Begitu juga, makhluk yang berada di neraka dingin akan merasa hangat dan puas. Preta atau hantu kelaparan juga senang karena merasakan ketenangan dari kelaparan dan kehausan mereka yang tak terpuaskan. Manusia juga merasa puas karena keinginan mereka dikabulkan.

Di banyak kehidupan yang lalu, kita pasti telah melukai naga, roh, makhluk suci sekitarnya, dewa duniawi dan makhluk hidup lainnya - baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Mungkin, kita mendaki gunung atau mandi di sungai dan menghancurkan tempat tinggal mereka pada waktu itu. Karena tindakan kita tersebut, kita telah membentuk suatu hutang karma antara makhluk-makhluk ini dengan diri kita. Sebagai akibat dari hutang karma ini, mereka membawa penyakit, rintangan dan halangan kepada kita untuk membuat kita “membayar” atas tindakan yang telah kita lakukan. Dengan melakukan Sang Puja, kita membayar semua hutang karma kita agar makhluk-makhluk ini berhenti melukai kita dan berhenti memberikan halangan kepada kita.

Sebelum kita memberikan persembahan dengan menuangkan  ke dalam api, seseorang tidak boleh berpikiran bahwa persembahan itu hanya berupa sepiring makanan atau segelas minuman. Sebaliknya, seseorang harus membayangkan bahwa persembahan itu adalah sebuah samudera luas berisi bahan-bahan yang berharga dan dipersembahkan kepada empat makhluk yang disebutkan di atas dan juga bahwa mereka semua sangat senang ketika mereka menerima persembahan dan sedekah dari kita.
Dzambala adalah dewa kekayaan. Meskipun itu adalah dewa duniawi, dikatakan bahwa Dia dekat untuk mencapai pencerahan. Praktek Dzambala akan membantu para praktisi menarik materi (keuangan) dan kekayaan spiritual. Praktisi harus menggunakan kekayaan mereka untuk melakukan pekerjaan yang lebih amal dan mengumpulkan manfaat dalam proses. Tanpa terganggu oleh kekhawatiran keuangan, lebih mudah bagi pikiran untuk menumbuhkan cinta kasih, welas asih dan juga kebijaksanaan. Pada akhirnya, itu adalah akumulasi manfaat dan kebijaksanaan yang akan membantu praktisi mencapai pembebasan dari Samsara dan mencapai Kebuddhaan.

Sabtu, 15 Februari 2014
Pukul 10:00 - 12:00 Puja Gya Na Kag Dhog (12 Shio)
Pukul 12:00 - 14:00 Makan Siang
Pukul 14:00 - 17:00 Puja Mahakala dan Penjelasan Singkat

Minggu, 16 Februari 2014
Pukul 10:00 - 12:00 Puja Riwo Sang (Smoke Offering)
Pukul 12:00 - 14:00 Makan Siang
Pukul 14:00 - 17:00 Puja 21 Zhambala dan Penjelasan Singkat

Tempat:
Restaurant Vegetarian DAPUR TERATAI
Taman Pluit Kencana No. 8 Jakarta Utara

Sabtu, 17 November 2012 12:30

Puja 21 Zhambala dan Mahakala di Jakarta

Oleh: KHENPO KHENTSE NORBU RINPOCHE

Dzambala adalah dewa kekayaan. Meskipun itu adalah dewa duniawi, dikatakan bahwa Dia dekat untuk mencapai pencerahan. Praktek Dzambala akan membantu para praktisi menarik materi (keuangan) dan kekayaan spiritual. Praktisi harus menggunakan kekayaan mereka untuk melakukan pekerjaan yang lebih amal dan mengumpulkan manfaat dalam proses. Tanpa terganggu oleh kekhawatiran keuangan, lebih mudah bagi pikiran untuk menumbuhkan cinta kasih, welas asih dan juga kebijaksanaan. Pada akhirnya, itu adalah akumulasi manfaat dan kebijaksanaan yang akan membantu praktisi mencapai pembebasan dari Samsara dan mencapai Kebuddhaan.

Mahakala adalah Pelindung Dharma atau Dharma Protector atau Dharmapala. Mahakala Utama aliran Nyingnapa adalah Ekajati, Damchen Dorje Lekpa dan Rahula. Puja Mahakala adalah puja bagi pelndung dharma untuk menghilangkan halangan luar, dalam dan rahasia. Halangan luar berupa sakit tubuh badan. Halangan dalam berupa duka pikiran sedangkan halangan rahasia berupa karma buruk akibat 5 jenis kemorosotan. Dengan Puja Mahakala diharapkan dapat membantu menghilangan semua halangan atau gangguan yang menyebabkan penderitaan.

Sabtu, 17 November 2012
Pukul 10:00 - 12:00 Dharma Teaching : 21 Zhambala
Pukul 12:00 - 14:00 Makan Siang dan Istirahat
Pukul 14:00 - 17:00 Puja 21 Zhambala

Minggu, 18 November 2012
Pukul 10:00 - 12:00 Dharma Teaching : Mahakala
Pukul 12:00 - 14:00 Makan Siang dan Istirahat
Pukul 14:00 - 17:00 Puja Mahakala

Tempat :
Restaurant Vegetarian DAPUR TERATAI
Taman Pluit Kencana No. 8 Jakarta Utara

MEMBAKAR KARMA BURUK MERAIH KESUKSESAN

Oleh: YANG MULIA KHENPO KHENTSE NORBU RINPOCHE

Chod merupakan ritual Buddhist kuno yang dikenal karena kekuatannya untuk mebyembuhkan penyakit mental dan fisik, menghapus karma buruk yang menjadi hambatan pertumbuhan spritual dan mengatasi penderitaan manusia dengan membayar hutang karma negatif.

Guru Padmasambhava atau biasa dikenal Guru Rinpoche yang berarti Guru yang berharga di Tibetan Buddhism yang merupakan manifestasi dari Buddha Amitabha. Beliau dilahirkan dari sebuah bunga teratai di tengah peristiwa ajaib di Danau Kosa dekat Oddiyana. Melalui kekuatan-Nya yang besar dalam menaklukan semua kekuatan, Beliau berhasil membawa dan menyebarkan Agama Buddha di Tibet. Guru Rinpoche dianggap sebagai Buddha Kedua di Aliran Vajrayana dan dikalangan orang Tibet. Dikatakan bahwa para guru spritual  sering berseru kepada-Nya untuk meminta bantuan ketika menghadapi masalah yang serius. Beliau pernah berkata, "Aku akan datang dan menghapus penderitaan manusia di dunia".

Guru Drakpo merupakan manifestasi dari Guru Padmasambhava dalam bentuk murka adalah pelindung Dharma dan penghancur rintangan di jalan menuju pencerahan. Praktek ini sangat bermanfaat untuk mengubah kondisi negatifmenjadi cahaya kebijaksanaan.

Khenpo Khentse Norbu Rinpoche (Ph.D) adalah Khenpo Rinpoche Senior sekaligus pakar ajaran Buddha Dharma lulusan Ngagyur Nyingma Institute, perguruan tinggi bergengsi pada Biara Namdroling di India Selatan. Beliau telah memberikan ajaran Filsafat Buddha baik Sutra maupun Tantra selama lebih dari 16 tahun di Biara Namdroling dan biara lain di Tibet, Nepal, Bhutan dan India dengan pemahaman yang sangat mendalam. Beliau pernah menjabat sebagai Rektor di Ngagyur Nyingma Institute, dan memiliki banyak pengalaman dan kecakapan dalam pembabaran ajaran Buddha Dharma secara umum maupun filosofi yang berbeda.

Ritual ini sangat baik bagi kesehatan, membebaskan masalah, menghancurkan penghalang atau rintangan, mendatangkan kemakmuran dan memperoleh kebahagiaan.

Sabtu, 21 April 2012
16:00 - 18:00 Dharma Teaching: Membakar Karma Buruk Meraih Kesuksesan I
18:00 - 19:00 Istirahat dan Makan Malam
19:00 - 21:00 Chod Puja (membakar karma buruk)

Minggu, 22 April 2012
16:00 - 18:00 Dharma Teaching: Membakar Karma Buruk Meraih Kesuksesan II
18:00 - 19:00 Istirahat dan Makan Malam
19:00 - 21:00 Puja dan Inisiasi Guru Drakpo Tachung Barwa

Tempat:
Buddhayana Dharmawira Center/Sekretariat SIDDHI Surabaya
Jl. Panjang Jiwo Permai Selatan No. 4
Surabaya

Jum'at, 22 November 2013 12:06

Grand Puja Vajrakilaya 2014 di Medan

GRAND PUJA VAJRAKILAYA

Doa Menghilangkan Rintangan

Vajrakilaya adalah manifestasi dari Vajrasattva yang mana merupakan inti kebijaksanaan Buddha tiga zaman dan sepuluh penjuru,sehingga memiliki kekuatan dan kemamuan luar biasa. Pada zaman kemerosotan moral ini, makhluk hidup mengalamai gangguan kemerosotan mental yang hebat. Sebuah manifestasi Buddha atau Bodhisattva yang biasa dalam wujud yang damai sulit untuk menyelamatkan makhluk-makhluk dengan kemerosotan seperti ini. Maka, Vajrasattva pemegang vajra, bermanifestasi menjadi wujud yang murka untuk menenangkan makhluk-makhluk ini. Vajrakilaya membentuk semua aktifitas pencerahan dari semua Buddha, bermanifestasi menjadi sebuah bentuk yang penuh murka dan juga cinta kasih dengan tujuan mengendaalikan delusi maupun hal-hal negatif yang dapat muncul sebagai rintangan dalam latihan Dharma. Vajrakilaya memiliki tiga kepala, enam tangan dan empat kaki. Masing-masing mewakili Tiga Kaya (Dharmakaya, Shambogakaya dan Nirmanakaya). Enam Paramita dan Empat Tanpa Batas (cinta kasih, welas asih, kebahagiaan dan ketenangan). Dia dihiasi oleh delapan ornamen deity bentuk murka dengan sepasang sayap yang mana mewakili tindakan yang cepat. Nama Tibet dari Vajrakilaya adalah Dorje Shonnu. Dorje berarti tdak bergerak dan tidak berubah. Shonnu berarti selamanya muda, tidak menua dan tiada penyakit. Pasangan Vajrakilaya disebut Khorlo Gyedun Ma, yang merupakan manifestasi dari tara Hijau yang mana adalah inti dari semua Dakini. Tubuhnya berwarna biru yang mewakili tidak bergerak dan tidak berubah. Dia melimpahkan berkah dari semua kegiatan ang harus dicapai dengan cepat.


Acara ini dipimpin oleh:
Khenpo Khentse Norbu Rinpoche
Dan Para Lhama dari Palyul Namdroling Monastery

Jumat, 05 Desember 2013
Pukul 09:00 - 11:30     Puja Vajrakilaya Pagi
Pukul 14:00 - 16:30     Puja Vajrakilaya Siang
Pukul 19:00 - 21:30     Puja Vajrakilaya Malam

Sabtu, 06 Desember 2013
Pukul 09:00 - 11:30     Puja Vajrakilaya Pagi
Pukul 14:00 - 16:30     Puja Vajrakilaya Siang
Pukul 19:00 - 21:30     Puja Vajrakilaya Malam

Minggu, 07 Desember 2013
Pukul 09:00 - 11:30     Puja Vajrakilaya Pagi
Pukul 14:00 - 16:30     Puja Vajrakilaya Siang
Pukul 19:00 - 21:30     Puja Vajrakilaya Malam

Tempat:
PALYUL NYINGMA BUDDHISM
VIHARA PADMASAMBHAVA
Komp. Asia Mega Mas Blo L No. 18-19
Medan

Minggu, 01 December 2013 12:03

Seminar 3 Aliran Buddhis Terbesar

Seminar 3 Aliran Buddhis Terbesar di Akhir Tahun

" Mengupas sebuah Misteri yang jarang diungkap sebelumnya "
"SESUNGGUHNYA, KAPANKAH KITA TERLAHIR KEMBALI?"

Palyul Indonesia - Vihara Padma Sambhava
Hari / Tanggal : Minggu, 1 Desember 2013
Waktu : 14.00 WIB - Selesai
Tempat : Sport Center Harapan Indah, Bekasi Barat

With Special Price :
VIP : Rp. 100.000
REG : Rp. 50.000
On the spot : REG Rp. 75.000
Moderator : Roby Oktober
Free Snack
Info lebih lanjut, hubungi :

Diondy - 0856 9571 8859
Aldy : 0896 8013 8986
Ervin : 0899 8196 691
Erika : 089 8819 0051 / 289F 764F
Marsela : 0856 9235 6263 / 29A8 A13E
Randy Tunggeleng : 0813 1126 6726

Page 5 of 7

Three things cannot be long hidden: the sun, the moon, and the truth.

"Buddha"

Jadwal Acara

Copyright © 2016 - Palyul Nyingma Indonesia - All Rights Reserved

Pengunjung: 01985346