Indonesian Chinese (Simplified) English

Pengenalan Tibetan Buddhism

Wajrayana atau kadang ditulis Vajrayana, adalah suatu ajaran Buddha yang di Indonesia lebih sering dikenal dengan nama Tantra atau Tantrayana. Namun banyak juga istilah lain yang digunakan, seperti misalnya: mantrayana, ajaran mantra rahasia, ajaran Buddha eksoterik. Wajrayana adalah merupakan ajaran yang berkembang dari ajaran Buddha Mahayana, dan berbeda dalam hal praktek, bukan dalam hal fil...

Pengenalan Tentang Palyul

Apa itu palyul? Palyul adalah salah satu 6 Biara Induk ari Sekolah Nyingma atau Tradisi Terjemahan Awal dari Buddhisme Tibet. Biara ini didirikan pada tahun 1665 di Provinsi Kham, Tibet Timur (sekarang Baiyu, Sichuan, China) oleh Kunzang Sherab, Pemegang Tahta Pertama Palyul. His Holiness Karma Kuchen Rinpoche (kiri), Pemegang Tahta ke-12 adalah Pemimpin Silsilah Palyul saat ini. Sebagaimana ya...

  • Rabu, 23 November 2016
    Pema Norbu Rinpoche Keempat

    Dengan sukacita dan kegembiraan yang luar biasa untuk memberitahukan kepada semua murid His Holiness Penor Rinpoche yang berada di seluruh dunia bahwa Guru kita yang tercinta telah dilahirkan kembali di Tibet. Berdasarkan surat nubuat dari His Holiness Jadrel Rinpoche, Penor Rinpoche Yangsi (reinkarnasi), lahir di dekat Leten Tramo Drag atau Dung Lung Tramo Drag, tempat suci dimana Nyingthing Yabshyi (Ajaran Empat Siklus Inti Hati) terungkap. Berdasarkan surat nubuat tersebut, dikombinasikan dengan visi murni dari Tulku Thubten Palzang Rinpoche, Yangsi diakui otentik.

    Pada tanggal 31 Juli 2014, yang merupakan hari keberuntungan yang mana Sang Buddha pertama kali memutar roda Dharma, hari ke-4 dan bulan ke-6 tahun 2141 menurut penanggalan Tibetan, Yangsi akan naik tahta.

    Kami meminta kepada seluruh saudara-saudari sedharma untuk melakukan doa-doa berikut untuk umur panjang Yangsi dan untuk mengatasi semua rintangan untuk keberhasilan upacara penobatan.

    1. Barche Lamsel (Doa untuk mecegah jalur hambatan)
    2. Sampa Lhundrup (Doa untuk tercapainya semua keinginan secara spontan)
    3. Neten Chagchod (Doa-doa dan persembahan ke 16 sesepuh)

    Kami akan menginformasikan doa tambahan yang diperlukan untuk kedepannya.

    Terimakasih.
    Sekretaris Jendral
    Administrasi Namdroling


    Announcement in Tibetan Version

    Announcement in English Version

    Baca Lebih Lanjut...
  • Selasa, 22 November 2016
    The short Biography of H.H. Karma Kuchen Rinpoche

    The Twelfth Throne-Holder of Palyul Lineage.

    H.H. Karma Kunchen was born on 28th August 1970, in south India. His mother is TsamChod and his father Dorje Namgyal is a descendent of Anag Pon, a religious Lord of Gonjo in Kham province, Tibet. His Holiness Dudjom Rinpoche recognized him as the unmistaken reincarnation of  Karma Thegchog Nyingpo( 4th Karma Kuchen). In the year 1975, His Holiness Padma Norbu Rinpoche invited him to Namdroling Monastery and enthroned him with elaborate celebration. Under the guidance of His Holiness Padma Norbu Rinpoche, he has learnt all the basic religious educations.

    H.H. Karma Kunchen Rinpoche enrolled into the Ngagyur Nyingma University and excelled in all the knowledge of the vast and profound Sutra and Tantra teachings of Buddhist pholisophy. He also received numerous empowerments, instructions and transmissions of Nyingma tradition and particularly the Namchoe teaching, along with the Great Prefection, Tumo and Nyendro from great masters such as His Holiness Dilgo Khentse Rinpoche and H.H. Padma Norbu Rinpoche.
    In Bodhgaya, he received the novice vow and full ordination from His Holiness Padma Norbu Rinpoche. Since then he has strictly preserved every aspects of the vows and soon became an authentic holder of the precious precepts. In 1994, as per the recommendation of H.H. Padma Norbu Rinpoche, H.H. Karma Kuchen Rinpoche ariived in the Palyul Namgyal Jangchub Choling Monastery (one of the great mother monasteries of Nyingma Tradition) in Tibet.There he received various common and particular empowerment, instructions, and transmission of Nyingma and Namchoe teaching through Chogtrul Thupten Palzang, Khamtrul Chokyi Nima and so on. In addition, he practiced the distinct recital of Palyul tradition like ritual dances, establishment of mandalas and the mode of performing rituals. On 14 August 2000, he was formally enthroned as the 12th throne-holder of palyul Lineage and became the supreme head of all the mother and branch monasteries of Palyul Traditions.
    Since 2003, he has travelled to many countries and brought numerous beings to maturation by bestowing empowerments and instructions. He bestowed the Terzod Empowerment in Gonjo Gyara Monastery, which was attended by thousands of devottees. In addition, he has built many temples, stupas, prayer well, images of deities and other objects of veneration and faith. Taking into consideration the shortage of accommodation for the empowerments and great ceremonies, H.H. Karma Kuchen has established a great four-story temple, which is giant and functional for the community, and sanctified with many objects of mind, speech and the body of the buddhas. On many occasions H.H. Padma Norbu Rinpoche had appreciated his inexhaustible efforts and unrelenting service in upholding the pure lineage of Palyul tradition and dissemination of Buddha Dharma. The reincarnation of H.H. Padma Norbu Rinpoche and H.H. Karma Kuchen Rinpoche had been repeatedly upholding the tradition of Palyul Monastery through administration, guidance, and developments. Even today, H.H. Karma Kuchen Rinpoche is shouldering the responsibility of the entire Mother and Branch monasteries of Palyul Lineage, and present days, he is visiting in the Palyul Dharma Centres across the world benefiting beings and propagating the message of Lord Shakyamuni.

    Baca Lebih Lanjut...
  • Senin, 21 November 2016
    The Short Biography of Khenpo Khentse Norbu Rinpoche

    Khenpo Khentse Norbu Rinpoche adalah Kepala Biara dari Biara Namdroling yang merupakan cabang dari Biara Palyul, salah satu biara terbesar dari 6 biara utama dari tradisi Nyingma di Tibet. Beliau dilahirkan pada tahun 1967. Dari usia yang sangat muda Beliau mempelajari dasar-dasar Buddhisme Tibet. Beliau menjadi biarawan pada usia 16 dengan mengambil ikrar dasar agama Buddha. Setelah berhasil menyelesaikan studi dasar seluruh Buddhisme Tibet seperti ritual nyanyian dan melakukan praktik ritual selama 4 tahun,  Beliau mendaftar di Ngagyur Nyingma Institute, Mysore, India Selatan, perguruan tinggi yang bergengsi pada Biara Namdroling di tahun 1988.
    Beliau secara ekstensif belajar selama 9 tahun  dan berhasil memperlajari tata bahasa, sejarah dan puisi Tibet sebagai dasar studi, filsafat Buddhis tertinggi seperti Pramana (Logika Buddhis), Madhyamaka (Jalan Tengah), Abhi-dharma (Metafisika Buddhis), Prajnaparamita (Kesempurnaan dalam Kebijaksanaan), Vinaya (Disiplin Monastik) bagian dalam dan luar Tantra, sehingga mencakup seluruh ajaran Sutra dan Tantra filsafat Buddhis. Beliau menerima banyak ajaran, pemberdayaan (empowerment), transmisi lisan, instruksi rahasia dari Silsilah Sakyapa seperti ajaran Path and Fruition melalui Ngawang Khentse Thupten Nyingpo, Sakya Dagthri Rinpoche dan sebagainya. Beliau juga telah menerima ajaran-ajaran utama dari Buddhisme Tibet oleh Guru Besar yang tak terhitung jumlahnya dari Tibet, ajaran-ajaran rahasia dan petunjuk dari tradisi Nyingma oleh Khentse Rinpoche, Khenchen Jigmay Phunstok Rinpoche, Nyoshul Khen Rinpoche, Khenchen Pema Sherab Rinpoche, Khenchen Wangchuk Sonam Rinpoche, dan sebagainya. Dan yang paling utama, Beliau cukup beruntung untuk menerima seluruh Empowerment Tertinggi dan Rahasia, ajaran, transmisi lisan dan instruksi dari Ajaran Dzogchen dari Yangthang Rinppoche, H.H Taklung Tsetrul Rinpoche dan H.H Penor Rinpoche. Dengan demikian, pengetahuan Beliau tentang Filosofi Buddhis dan praktek moralitas selalu dipuji dan dihargai oleh Guru-Guru dari Biara Namdroling maupun di luar biara. Beliau menyelesaikan studi Buddhis yang lebih tinggi pada tahun 1996 dengan memperoleh nilai yang lebih tinggi di semua ujian akademis yang diadakan dalam kurun waktu 9 tahun di Ngagyur Nyingma Institute. Beliau dianugerahi gelar oleh Institute sebagai berikut:

    1. Thadrel Mrawai Wangchug (Pembabar Agung Jalan Tengah) setara dengan Higher Secondary pada tahun 1992 setelah menyelesaikan tahun ke-4.
    2. Pharchen Rabjam (Master Kesempurnaan) setara dengan Bachelor of Arts (BA) pada tahun 1995 setelah menyelesaikan tahun ke-6.
    3. Legshed Zothchang (Pemegang Perbendaharaan dari Ajaran Esoterik) setara dengan Master of Arts (MA) pada tahun 1997 setelah menyelesaikan tahun ke-9.
    4. Dogyud Tenpai Nangjed Chenpo (Eludicator ajaran Sutra dan Tantra)  setara dengan Doctor of Philosophy  (PhD) pada tahun 2003.

    Berikut ini adalah posisi dan tanggung jawab yang telah Beliau ambil untuk melayani dalam biara:

    1. Guru Muda Pramana, Madhyamika, dan Abhi-dharma selama 3 tahun mulai dari tahun 1994 ketika Beliau masih mahasiswa.
    2. Sekretaris, Pengawas Pemerikasaan dan Bendahara Ngagyur Nyingma Institute selama 2 tahun.
    3. Presiden Ngagyur Nyingma Institute selama 2 tahun dari tahun 2007-2008.

    Berikut ini adalah tanggung jawab yang telah Beliau ambil sebagai Guru di luar biara:

    1. Guru di Biara Gangten, Bhutan ketika Beliau masih sebagai seorang mahasiswa tahun ke-5 pada tahun 1993 dimana Beliau mengajarkan Madhyamika dan Pramana.
    2. Dosen Madhyamika dan Pramana di Biara Palyul, Tibet selama 1 tahun pada tahun 1997 di bawah arahan H.H Penor Rinpoche.
    3. Dosen Madhyamika dan Pramana di Shedrupling Tsogyal Nunnery selama 4 tahun.
    4. Dosen Madhyamika, Pramana dan Anuttarayoga Tantra di Biara Shechen, Nepal di bawah arahan H.H Penor Rinpoche.
    5. Dosen Khusus Anuttarayoga Tantra di Ngagyur Nyingma Institute untuk siswa senior selama 3 tahun.

    Selain itu, Beliau secara luas telah memberikan ajaran Ngondro (Praktik Pendahuluan) dan Dzogchen (Kesempurnaan Agung) pada orang awam dalam berbagai kesempatan sehingga bermanfaat bagi banyak siswa yang tertarik dengan agama Buddha.  Singkatnya, mulai dari 1993 hingga 2008 untuk jangka waktu 16 tahun Beliau telah memberikan ajaran Filsafat Buddha baik Sutra maupun Tantra secara luas di Biara Namdroling dan biara lainnya di Nepal, Bhutan dan Tibet. Selama bertahun-tahun Beliau telah memperoleh banyak pengalaman dan kecakapan dalam pembabaran ajaran Buddhis tidak hanya secara umum tetapi juga filosofi yang berbeda, praktik serta intisari instruksi dari Sekolah Nyingma Buddhisme Tibet.

    Saat ini, Beliau tinggal di Palyul Nyingma Buddhism Vihara Padma Sambhava Medan, Indonesia mengemban tanggung jawab sebagai Seorang Pembimbing dan Guru Spritual dalam membabarkan dan menyebarkan ajaran Buddha Dharma secara umum dan Tantrayana secara khusus.

    Baca Lebih Lanjut...

Three things cannot be long hidden: the sun, the moon, and the truth.

"Buddha"

Jadwal Acara

Galeri Foto Terbaru

Enthronement HH Penor Yangsi R...
View
Enthronement HH Penor Yangsi R...
View
Enthronement HH Penor Yangsi R...
View
Enthronement HH Penor Yangsi R...
View
Enthronement HH Penor Yangsi R...
View

Copyright © 2016 - Palyul Nyingma Indonesia - All Rights Reserved

Pengunjung: 00272724